KEADAILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT
INDONESIA
itulah bunyi sila ke-5 pada
pancasila
Dari sekian banyaknya rakyat di Indonesia masih banyak yang belum
mendapatkan keadilan !.
Pasti kita pernah melihat bahkan sering melihat anak
yang di telantarkan oleh orang tuanya karena mungkin orang tuanya tidak bisa
memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya atau anak yang di pekerjakan oleh
seseorang seperti mengamen dan mengemis. Atau mereka bukan mengamen atau pun mengemis tetapi mereka mengambil sampah yang berserakan di sungai.
Kasian kan mereka masih kecil sudah bekrja keras!.Saya sendiri
sebagai murid sekolah dasar tidak tega melihat mereka yang bekerja keras hanya
untuk mendapatkan sebungkus nasi dan segelas air minum untuk sumber tenaga
mereka.Pasti mereka ingin bersekolah menggapai cita-cita mereka meraih
kesuksesan dengan menuntut ilmu dan mungkin jika mereka di beri kesempatan
untuk bersekolah,mereka akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin mereka
pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
Mereka pasti berfikir kesempatan itu hanya datang sekali
saja karena itu mereka ingin buktikan yang terbaik.Tapi mungkin mereka belum
bisa mendapatkan kesempatan untuk bersekolah seperti anak-anak pada
umumnya.Memang benar setiap manusia mempunyai Hak Asasi Manusia dimana
anak-anak mempunyai hak untuk bersekolah.
Kita tidak tahu apakah mereka bahagia atau tidak dengan keadaan
yang kita tidak pernah merasakan itu,mereka tidur di depan toko-toko dengan beralaskan Koran bekas tanpa
bantal,guling,dan selimut.
Apakah kita bisa bayangkan jika kita dalam keadaan seperti mereka ?
kita tidak merasakan bahwa sebenarnya hati mereka menangis.
Mereka bertanya-tanya
“Kenapa ya Allah kau berikan cobaan yang sangat berat bagi kami ? Kami
ingin seperti anak-anak pada umumnya yang mendapatkan pendidikan yang layak”.
Apalagi sekarang banyak sekali koruptor yang merampas uang Negara. Manusia
itu memang rakus tidak punya kepuasan dengan apa yang sudah dia miliki dengan
apa yang sudah di berikan Allah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya padahal dia
lebih bahagia dari pada orang-orang yang berada di pinggiran jalan.
Kebutuhan Negara mungkin memang banyak tapi apa tidak lebih baik
jika sebagian uang itu digunakan untuk membangun rumah singgah bagi anak-anak
jalanan dan juga ada guru yang mengajari di rumah singgah itu tentang
ketrampilan agar mereka tumbuh menjadi generasi muda generasi Indonesia yang
kreatif dan mereka akan memperjualkan hasil karya mereka lalu uangnya bisa
untuk kebutuhan sehari-hari mereka.Kegiatan itu lebih baik dari pada
meminta-minta di jalanan.
Banyak tayangan-tayangan di televisi menayangkan bagaimana keluarga
yang belum berkecukupan bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya dengan
cara yang mereka mampu dengan cara yang mereka bisa kadang-kadang pun mereka
tidak makan atau juga kadang-kadang yang mereka makan adalah nasi aking yaitu
nasi yang sudah basi lalu di keringkan dan di masak lagi. Mungkin bagi kita itu
menjijikkan dan tidak enak bahkan kita tidak akan pernah mau makan nasi seperti
itu, tapi bagi mereka nasi itu sangat enak dan lezat untuk di makan.
Melihat banyaknya keluarga yang masih belum berkecukupan dan anak-anak
jalanan, apakah kita sudah bisa menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka
sepenuhnya?
Bagi saya tidak, karena Indonesia hanya merdeka karena sudah tidak
dijajah lagi oleh Negara lain. Memang Indonesia merdeka tapi Indonesia belum
bisa dinyatakan merdeka sepenuhnya karena rakyat di Indonesia masih banyak yang
menderita. Bukankah pancasila itu
sebagai dasar Negara? tapi kenapa 1 dari 5 sila pancasila itu hanya di
terapkan kepada sebagian warga Negara di Indonesia dan belum bisa di terapkan kepada seluruh rakyat di
Indonesia ?
ananda amelia putri nafsiana (03)
Thanks Infonya.......Sangat Bermanfaat
BalasHapusSaya setuju pendapat anda....
Thanks Infonya.......Sangat Bermanfaat
BalasHapusSaya setuju pendapat anda....