Minggu, 30 November 2014

Mana Penerapan Pancasila pada Sila ke-5 ?

KEADAILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
itulah bunyi sila ke-5 pada pancasila

Dari sekian banyaknya rakyat di Indonesia masih banyak yang belum mendapatkan keadilan !. 
Pasti kita pernah melihat bahkan sering melihat anak yang di telantarkan oleh orang tuanya karena mungkin orang tuanya tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya atau anak yang di pekerjakan oleh seseorang seperti mengamen dan mengemis. Atau mereka bukan mengamen atau pun mengemis tetapi mereka mengambil sampah yang berserakan di sungai.
Kasian kan mereka masih kecil sudah bekrja keras!.Saya sendiri sebagai murid sekolah dasar tidak tega melihat mereka yang bekerja keras hanya untuk mendapatkan sebungkus nasi dan segelas air minum untuk sumber tenaga mereka.Pasti mereka ingin bersekolah menggapai cita-cita mereka meraih kesuksesan dengan menuntut ilmu dan mungkin jika mereka di beri kesempatan untuk bersekolah,mereka akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin mereka pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.
            Mereka pasti berfikir kesempatan itu hanya datang sekali saja karena itu mereka ingin buktikan yang terbaik.Tapi mungkin mereka belum bisa mendapatkan kesempatan untuk bersekolah seperti anak-anak pada umumnya.Memang benar setiap manusia mempunyai Hak Asasi Manusia dimana anak-anak mempunyai hak untuk bersekolah.
Kita tidak tahu apakah mereka bahagia atau tidak dengan keadaan yang kita tidak pernah merasakan itu,mereka tidur di depan toko-toko  dengan beralaskan Koran bekas tanpa bantal,guling,dan selimut.
Apakah kita bisa bayangkan jika kita dalam keadaan seperti mereka ?
kita tidak merasakan bahwa sebenarnya hati mereka menangis.
Mereka bertanya-tanya  “Kenapa ya Allah kau berikan cobaan yang sangat berat bagi kami ? Kami ingin seperti anak-anak pada umumnya yang mendapatkan pendidikan yang layak”.
Apalagi sekarang banyak sekali koruptor yang merampas uang Negara. Manusia itu memang rakus tidak punya kepuasan dengan apa yang sudah dia miliki dengan apa yang sudah di berikan Allah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya padahal dia lebih bahagia dari pada orang-orang yang berada di pinggiran jalan.
Kebutuhan Negara mungkin memang banyak tapi apa tidak lebih baik jika sebagian uang itu digunakan untuk membangun rumah singgah bagi anak-anak jalanan dan juga ada guru yang mengajari di rumah singgah itu tentang ketrampilan agar mereka tumbuh menjadi generasi muda generasi Indonesia yang kreatif dan mereka akan memperjualkan hasil karya mereka lalu uangnya bisa untuk kebutuhan sehari-hari mereka.Kegiatan itu lebih baik dari pada meminta-minta di jalanan.

Banyak tayangan-tayangan di televisi menayangkan bagaimana keluarga yang belum berkecukupan bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang mereka mampu dengan cara yang mereka bisa kadang-kadang pun mereka tidak makan atau juga kadang-kadang yang mereka makan adalah nasi aking yaitu nasi yang sudah basi lalu di keringkan dan di masak lagi. Mungkin bagi kita itu menjijikkan dan tidak enak bahkan kita tidak akan pernah mau makan nasi seperti itu, tapi bagi mereka nasi itu sangat enak dan lezat untuk di makan.
Melihat banyaknya keluarga yang masih belum berkecukupan dan anak-anak jalanan, apakah kita sudah bisa menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka sepenuhnya?
Bagi saya tidak, karena Indonesia hanya merdeka karena sudah tidak dijajah lagi oleh Negara lain. Memang Indonesia merdeka tapi Indonesia belum bisa dinyatakan merdeka sepenuhnya karena rakyat di Indonesia masih banyak yang menderita. Bukankah pancasila itu  sebagai dasar Negara? tapi kenapa 1 dari 5 sila pancasila itu hanya di terapkan kepada sebagian warga Negara di Indonesia dan belum  bisa di terapkan kepada seluruh rakyat di Indonesia ? 

ananda amelia putri nafsiana (03)

2 komentar:

  1. Thanks Infonya.......Sangat Bermanfaat
    Saya setuju pendapat anda....

    BalasHapus
  2. Thanks Infonya.......Sangat Bermanfaat
    Saya setuju pendapat anda....

    BalasHapus