Rabu, 08 April 2015

Keajaiban Menghafal Al-Qur'an

Keajaiban Menghafal al Qur'an ,Mencegah Berbagai Penyakit

Riset Psikologi: Keajaiban Menghafal AL QUR'AN, Mencegah Berbagai Penyakit


Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasiswa Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.

Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.

Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.

Komentar terhadap Kajian:

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad SAW.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai Al-Quran dan dicintainya. Semoga bermanfaat

Tarisa Firdaus

Sabtu, 04 April 2015

suri tauladan gus dur


Kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah tidur di lantai tanah dengan hanya beralas tikar daun kurma. Maka, ada tanda-tanda guratan pada pipinya yang mulia ketika beliau bangun. Hal yang hampir sama diamalkan mantan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang beberapa tahun lalu kembali ke haribaan Sang Khaliq.
Pada 1995, Gus Dur tidur dua malam di rumah saya yang sederhana di kampung. Malam pertama dia mau tidur di dipan kayu yang saya sediakan. Tetapi, malam kedua dia memilih sendiri tidur di karpet murahan yang menutup lantai ruang tengah. Gus Dur tampak santai dan tidur amat lelap. Kepalanya hanya tersangga bantal sandaran kursi.
Perihal Gus Dur suka tidur di karpet sudah saya ketahui sejak lama. Ketika naik haji bersama pada 1988, saat tidur di hotel, Gus Dur memilih karpet daripada kasur kelas satu kamar hotel berbintang lima. Tapi, itu karpet kualitas super. Sedangkan saya hanya mampu membeli karpet murah yang kasar, lagi pula debunya tak pernah disedot.
Kami percaya, Gus Dur melakukan semua itu dengan enak, tanpa pretensi apa pun. Tapi, istri saya menjadi tak bisa tidur dan sepanjang malam sering mengusap air mata. Saya pun merenung dalam kesadaran bahwa semua perilaku orang berilmu mengandung pelajaran. Maka, pelajaran apa yang sedang diberikan Gus Dur kepada kami?
Bertahun-tahun pertanyaan itu mengusik jiwa saya. Akhirnya saya mendapatkan jawaban dan mudah-mudahan mendekati kebenaran. Dengan rela tidur di lantai, Gus Dur sesungguhnya sedang mengajari kami menyadari hakikat diri bahwa manusia sehebat apa pun sesungguhnya tidak ada apa-apanya. Kemuliaan adalah hak Allah semata. Maka, manusia, siapa pun, tidak pantas merasa mulia, tak pantas minta, apalagi menuntut dimuliakan. Jadi, semua manusia sepantasnya rela tidur di lantai karena sesungguhnya tak ada kemuliaan baginya melainkan hak Allah.
Mungkin, jalan pikiran ini terlalu nyufi. Maka, saya mulai mencari jawaban di wilayah sarengat (syariat, Red). Rasanya, saya menemukan jawabannya, yakni pada rukun Islam yang pertama, syahadat. Setelah syahadat (taukhid) diucapkan fasih dengan lisan, dibenarkan dengan akal yang dipercaya dengan hati. Lalu? Seperti rukun Islam yang lain, syahadat sebenarnya menuntut implemantasi dalam bentuk perilaku nyata sehar-hari. Kalau tidak syahadat, hanya akan mewujud dalam wilayah simbol yang tidak melahirkan ihsan.
Orang Islam mana yang tidak tahu bahwa syahadat adalah kesaksian bahwa tidak ada ilah (Tuhan, Red) selain Allah? Semua tahu, mengerti, dan yakin. Tapi, siapa yang sudah mengimplementasikan itu dalam kehidupan nyata? Kita memang sudah menjaga kebersihan syahadat dengan tidak menyembah berhala, tidak percaya dukun, bahkan mungkin tidak memberhalakan harta maupun kedudukan. Itu sudah hebat sekali. Namun, masih ada pertanyaan kritis yang menunggu dijawab: apakah karena sudah bersyahadat, kita tidak lagi memberhalakan diri dalam segala bentuk dan manifestasinya?
Merasa diri mulia, istimewa, atau lebih ini lebih itu daripada orang lain adalah manifestasi bentuk-bentuk awal pemujaan atau peng-ilah-an diri. Tentu saja hal itu menodai keikhlasan syahadat. Sebab, hanya Allah yang sejatinya mulia, sejatinya istimewa, dan serbalebih daripada makhluk mana pun. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin memelihara syahadatnya akan selalu bersikap tahu diri kapan dan di mana pun.
Selama hampir 30 tahun saya bergaul dengan Gus Dur, sikap tahu diri itulah yang tampak dan terasa memancar dari kepribadiaanya. Dia hormat kepada yang tua, sayang kepada yang muda, dan amat bersahabat dengan teman seusia. Rasa setiakawannya yang mendalam menembus batas ras, agama, status sosial, bahkan batas kebangsaan.
Dalam satu kalimat, Gus Dur adalah orang yang sangat tahu diri dan merasa dirinya biasa, sama dengan orang lain. Itulah pelajaran dan keteladanan yang saya dapatkan. Itulah cara Gus Dur mengajari saya memelihara syahadat. Caranya, tidak menganggap diri mulia atau istimewa karena keduanya adalah hak Allah.
Dengan demikian, saya mengerti mengapa Gus Dur rela dan enak saja tidur di lantai rumah saya yang sederhana. Agaknya karena syahadat yang telah terhayati mencegah dirinya merasa istimewa atau merasa sebagai manusia mulia. Sementara kebanyakan kita, karena tidak menghayati syahadat, sering merasa diri mulia atau terhormat, atau bahkan menuntut kehormatan. Padahal, sikap seperti itu jelas mengurangi mutu kesaksian bahwa tidak ada ilah selain Allah. Wallahu a’lam.

Nizvi Varra Azqiya (15)

Jumat, 03 April 2015

Sejarah Madura



Islam di Madura: Legenda dan Fakta
Bukan suatu hal yang berlebihan apabila seseorang mengatakan bahwa Islamisasi Madura berjalan sukses sehingga berhasil dan kini tak seorang pun penduduk Madura yang bukan Muslim. Kalau pun ada yang bukan Muslim, maka bisa dipastikan mereka itu pendatang baru. Namun, sejak kapan dan bagaimana semua itu bermula, amat sukar dirajut dengan sempurna. Ibarat benang kusut, sejarah proses Islamisasi Madura ini belum dan tidak terdokumentasi dengan rapi. Mitos dan legenda banyak mewarnai kisah-kisah seputar Islamisasi penduduk pulau garam ini. Beberapa kajian akademis yang hadir belakangan terlalu banyak yang mengangkat Madura dari segi budaya an sich, sehingga terkesan melupakan peran tokoh-tokoh ulama-ulama yang membawanya. Tulisan ini berusaha mengungkap sejarah Islamisasi Madura pada periode awal, yaitu masa peralihan agama primitif orang Madura kepada Islam.
Agama Primitif Madura
Terletak di seberang timur laut pulau Jawa, pulau Madura dikatakan mulanya hanya terdiri dari gundukan-gundukan tanah yang kadang tampak hijau dari kejauhan tatkala air laut surut namun ‘hilang’ dari pandangan bila air laut pasang. Sebab itulah orang Jawa menyebutnya “Lemah Dhuro” yakni tanah yang tidak sesungguhnya; kadang terlihat dan kadang raib. Bahkan sampai sekarang pun masih ada orang Jawa yang memanggil orang Madura itu “Wong Dhuro”.
Sejarah lisan (legenda) masyarakat Madura mengatakan bahwa nenek moyang penduduk Madura berasal dari pulau Jawa, yaitu Raden Segoro, putra seorang raja dari negara Medangkamulan di dekat gunung Semeru dan Bromo.[2] Meski sukar untuk dipastikan historisitasnya, keberadaan tokoh Raden Segoro dan Kyai Poleng begitu kuat dipercaya oleh masyarakat turun-temurun.[3] Maka tak mengherankan kalau sejarah Madura terkait erat dengan sejarah Jawa. Kerajaan-kerajaan Madura sejatinya merupakan kelanjutan dari kerajaan-kerajaan besar di Jawa, mulai dari Kediri, Singasari, Majapahit dan Mataram. Oleh karena itu, pada zaman pra-Islam, penduduk Madura umumnya beragama Hindu-Buddha, sebagaimana masyarakat Jawa pada umumnya.[4]
Ahli-ahli sejarah mengakui sulitnya merekonstruksi zaman Hindu-Buddha di Madura ini karena kelangkaan sumber sejarah. Hanya ada beberapa candi baik di Pamekasan dan Sumenep sebagai bukti bahwa agama Hindu-Budha pernah dianut masyarakat Madura.[5] De Graaf, misalnya, mengatakan bahwa merekonstruksi sejarah Jawa, termasuk Madura, ibarat menimba di sumur yang keruh airnya.[6] Diperkirakan pengaruh Hindu-Budha yaitu sejak tahun abad ke 9, sejak berkembangnya cerita Raden Segoro, sampai sekitar abad ke 15, yakni setelah mulai berkembangnya masyarakat mengenal Islam lalu memeluknya.[7] Pengaruh kuat Hindu-Budha juga diperkuat dengan adanya catatan bahwa di abad-abad itu secara berturut-turut Madura di bawah pengaruh Kediri (1050-1222), Singosari (1222-1292) dan Majapahit (1294-1572), yang kesemuanya beragama Hindu dan Budha.[8] Sebab itu, istilah “Madura” tidak jarang disebut-sebut dalam tulisan-tulisan orang Hindu sebagaimana dalam Pararaton yang menyebut istilah “Madura Wetan”, Madura bagian timur, yakni Sumenep.[9]
Sampai di sini agama primitif orang Madura bisa dipastikan tidak jauh berbeda dengan masyarakat Jawa pra Islam, yaitu Hindu-Budha.[10] Adapun agama selain itu adalah agama baru yang datang kemudian, termasuk Islam dan Kristen. Selanjutnya akan dijabarkan proses Islamisasi Madura.
Islamisasi Madura
Proses Islamisasi Madura boleh dibilang suatu proyek dakwah yang menuai hasil yang luar biasa. Proyek dakwah ini sebenarnya adalah kelanjutan dari mega proyek Islamisasi Nusantara yang sangat massif di antara abad ke-7 hingga abad ke-15 melalui tangan-tangan ikhlas para juru dakwah yang di Jawa dikenal dengan Wali Songo. Madura juga menjadi bagian agenda mega proyek ini.[11]
Namun demikian, sepertinya perlu kerja keras untuk membangun sejarah Islamisasi Madura ini agar tersusun secara utuh. Hal ini karena fakta telah berbaur dengan legenda. Stories, myths and legends are to be foundin abundance, kata Lik Arifin Mansurnoor, dalam penelitiannya tentang peran ulama dalam Islamisasi Madura.[12] Oleh karenanya, bukan suatu yang mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: sejak kapan Islamisasi Madura? Siapa yang pertama kali menyebarkan Islam di Madura? Melalui apa penyebarannya? Bagaimana cara konversi masyarakat dari agama primitif mereka kepada agama Islam? Setidaknya, ada dua jalur Islamisasi Madura yang bisa dielaborasi, yaitu jalur kerajaan dan jalur para da’i atau yang lebih dikenal para Sunan.
Jalur Kerajaan
Jalur kerajaan adalah teori yang menggambarkan bahwa Islamisasi Madura itu melalui para pemimpin dan bangsawan kerajaan. Karena raja-rajanya Islam, maka keturunannya ikut Islam dan diikuti oleh penduduk di bawahnya yang juga memeluk Islam.
Ada beberapa pendapat tentang hal ini. Di bagian timur Madura, yaitu Sumenep menyebutkan Islam sudah masuk ke Sumenep sejak Panembahan Joharsari, penguasa Sumenep dari tahun 1319 hingga 1331 Masehi. Panembahan Joharsari mempunyai putra bernama Raden Piturut yang bergelar Panembahan Mandaraka yang juga diyakini beragama Islam. Bukti keislamannya adalah makamnya sudah berbentuk Islam yang terletak di desa Mandaraga, Keles, Ambunten. Panembahan Mandaraka yang berkuasa sampai 1339 M mempunyai dua putra yaitu Pangeran Natapraja bertahta di Bukabu dari thn 1339-1348 M dan Pangeran Nataningrat yang menggantikan kakaknya dengan karaton Baragung, Guluk-Guluk. Pangeran Nataningrat berputra Agung Rawit yang bergelar Pangeran Sekadiningrat I yang memerintah thn 1358-1366 M dengan keraton di Banasare. Kemudian ia diganti oleh putranya yaitu Temenggung Gajah Pramada yang bergelar Sekadiningrat II yang memerintah thn 1366-1386 M. setelah itu ia diganti oleh cucunya yang bernama Jokotole atau Aria Kudapanole yang bergelar Sekadiningrat III.[13]
Namun sepertinya masih terlalu lemah pembuktian keislaman penguasa-penguasa Sumenep di atas karena minimnya bukti empiris yang mendukung. Ditambah lagi, ada yang mengatakan, Jokotole atau Aria Kudapanole yang berkuasa sejak tahun 1415-1460 M baru masuk Islam kemudian melalui Juru Dakwah yang dikenal dengan Sunan Paddusan. Nama Asli sunan ini adalah R. Bindara Dwiryapada anak dari Haji Usman Sunan Manyuram Mandalika, penyebar agama Islam di Lombok. Sunan Paddusan kemudian diambil menantu oleh Jokotole.[14]
Sementara itu, teori kerajaan lainnya adalah di Madura bagian Barat. Menurut beberapa sumber, Prabu Brawijaya ke V, yakni Prabu Kertabumi, yaitu Raja Majapahit yang memerintah antara tahun 1468–1478 M telah memeluk Islam. Dari permaisurinya yang bernama Ratu Dworowati dikarunia putra bernama Raden Ario Lembu Petteng. Ario Lembu Petteng kemudian menjadi Kamituo di Madegan Sampang.[15] Sementara legenda lain menyebut putra Prabu Kertabumi lainnya bernama Ario Damar (menjadi adipati di Palembang) mempunyai putra yaitu Raden Ario Menak Senoyo. Ario Menak Senoyo ini kemudian meninggalkan Palembang dan menetap di Madura, tepatnya di Parupuh (sekarang Proppo). Kisah Madura bagian Barat ini bermula dari kisah mereka berdua. Mereka masih setia dengan agama primitifnya, yaitu Hindu. Sebagai bukti, di sana terdapat puing-puing candi yang gagal dibangun. Orang menyebutnya Candi Burung (“burung” dalam bahasa Madura bermakna gagal).[16]
Ario Lembu Petteng sudah mulai tertarik dengan agama baru yang waktu demi waktu tambah ramai dianut orang, utamanya di lingkungan bangsawan Majapahit. Lalu kemudian ia memeluk Islam pada tahun 1478 M. setelah menjadi santri dari Sunan Ampel.[17] Sebelumnya ia hanya mengutus bawahannya untuk belajar Islam ke Sunan Ampel. Namun ternyata anak buahnya itu sudah keduluan masuk Islam. Tidak mau ketinggalan, ia kemudian berangkat sendiri ke Ampel Delta dan nyantri kepada Sunan Ampel. Akhirnya ia memeluk Islam dan tidak sempat pulang lagi ke Sampang karena keburu meninggal dan dimakamkan di Ampel.[18] Namun, menurut cerita lain, di masanya ia menetap di Sampang inilah Sunan Giri mengutus Syekh Syarif, yang juga dikenal dengan Khalifa Husein, untuk membantunya untuk merangkul para pengikut baru di pulau tersebut.[19]
Lembu Petteng meninggalkan dua putra dan satu putri. Mereka adalah Raden Ario Manger, Raden Ario Mengo dan Retno Dewi. Lalu kemudian Raden Ario Manger menggantikan bapaknya sebagai Kamituo di Madegan Sampang. Ia mempunyai tiga orang putra, yaitu Kyai Ario Langgar, Kyai Ario Panengah, Kyai Ario Pratikel. Namun, tidak semua keturunan Lembu Petteng memeluk Islam. Tercatat Ario Mengo tetap menganut Budha dan oleh karenanya masyarakatnya masih kuat menganut agama ini. Ario Mengo lah yang membuka hutan di sebelah timur dari kerajaan bapaknya, yaitu di daerah Pamelingan (sekarang Pamekasan). Dialah yang memerintah pertama kali di sana dengan gelar Kyai Wonorono di mana tempat keratonnya berada di daerah Lawangan Daya sekarang.[20]
Dua keturunan Prabu Kertabumi Barawijaya V ini kemudian menjadi satu kembali pada perkawinan antara Raden Ario Pojok dari garis keturunan Raden Ario Damar dengan Nyai Budho dari garis keturunan Raden Ario Lembu Petteng. Dari perkawinannya ini dikarunia lima anak yang salah satunya adalah bernama Kyai Demang yang kemudian memimpin Plakaran Arosbaya, Bangkalan. Kyai Demang kawin dengan Nyi Sumekar mendirikan Kraton di kota Anyar. Dari perkawinannya itu kemudian mereka dikarunia lima orang putra, yaitu: (1) Kyai Adipati Pramono di Madegan Sampang; (2) Kyai Pratolo disebut juga Pangeran Parambusan; (3) Kyai Pratali atau disebut juga Pangeran Pesapen; (4) Pangeran Paningkan disebut juga dengan nama Pangeran Suka Sudo; dan (5) Kyai Pragalba yang kemudian dikenal dengan nama Pangeran Plakaran karena bertahta di Plakaran.[21]
Menurut catatan sejarah, penguasa Plakaran ini masih enggan memeluk Islam, walaupun Islam sudah menjadi buah bibir sebagian besar masyarakatnya, termasuk putranya sendiri Raden Pratanu. Namun demikian, ia tidak melarang putranya belajar ilmu Islam kepada Sunan Kudus. Oleh karena itu, agama Islam masih menemukan rintangan berkembang di Madura bagian Barat ini karena keengganan Raden Pragalbo untuk memeluk Islam. Di penghujung usianya, Raden Pratanu membujuk bapaknya agar mengucapkan dua kalimat syahadat. Saat itulah Raden Pragalbo wafat setelah beberapa saat sebelumnya menganggukkan kepala tanda setuju dengan bimbingan anaknya. Mengangguk dalam bahasa Madura disebut onggu’. Sejak itulah, menurut legenda ini, Raden Pragalbo kemudian lebih dikenal dengan Pengeran Islam Onggu’.[22]
Panembahan Pratanu yang bergelar Lemah Dhuwur ini adalah pendiri kerajaan kecil yang berpusat di Arosbaya, sekitar 20 km dari kota Bangkalan ke arah utara. Diperkirakan, Panembahan Pratanu dinobatkan sebagai raja pada tahun 1531 setelah ayahnya, Raja Pragalbo, meninggal dunia. Sebagaimana disebutkan di atas, walaupun sang Bapak masih enggan masuk Islam, namun ketika Pratanu masih dalam masa mudanya ia pernah bermimpi didatangi orang yang memintanya agar memeluk agama Islam. Mimpinya disampaikannya kepada sang ayah, lalu sang ayah mengirim Patih Empu Bageno untuk mempelajari Islam di Kudus. Tidak tanggung-tanggung, sang Patih belajar Islam sungguh-sungguh sampai akhirnya memeluk agama ini dan kembali ke Arosbaya. Dari dialah Pratanu mengenal Islam dan iapun masuk Islam. Diperkirakan, setelah keislaman sang pangeran, ia bersama Empu Bageno kemudian menyebarkan agama baru itu ke seluruh warga Arosbaya. Dilihat dari masanya, di mana ia diperkirakan lahir tahun 1531 dan meninggal tahun 1592, Panembahan Pratanu termasuk raja pertama di Madura Barat ini yang masuk Islam dan menyebarkannya.[23]
Di Pamekasan, Raja yang tercatat sebagai penganut Islam pertama adalah Panembahan Ronggosukowati. Menurut catatan sejarah pamekasan, di masa muda Ronggosukowati pernah belajar kepada Sunan Giri atau Raden Paku. Oleh karena itu, bisa dipastikan Ronggosukowati muda ini sudah Muslim. Dialah yang kemudian menggantikan Bapaknya, yaitu Panembahan Bonorogo, karena usia yang sudah lanjut. Namun, kepulangan Ronggosukowati ke Pamekasan tidaklah sendirian. Konon Sunan Giri menyertakan muballigh bersamanya untuk menyiarkan Islam di Pamekasan yang bernama Sayyid Muhammad bin Abdurrahman bil Faqih. Bersama muballigh itulah Ronggosukowati mengislamkan Pamekasan.[24]
Sejauh penulis telusuri, pada periode awal, memang Madura berada di bawah kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Jawa. Itu diperkirakan antara abad ke 10-15. Di antara masa-masa ini aroma dakwah Islam sudah masuk ke Jawa yang mengakibatkan beberapa orang masuk Islam, utamanya daerah-daerah pesisir pantai utara jawa. Akibatnya, Madura juga menjadi bagian terpenting dari proses Islamisasi ini melalui islamnya kalangan bangsawan di kala itu. Sehingga, sekitar abad ke 16 dan seterusnya, semua kerajaan dan begitu juga masyarakatnya sudah Islam, utamanya setelah penguasaan Mataram atas kerajaan-kerajaan Madura antara abad ke 16-17.

BY : Firyaal Jihan Nibroos Hamas

Perkara Pembatal Amal

Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali mengatakan beberapa perkara pembatal amal:
1. Kufur dan syirik. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan orang-orang yg mendustakan ayat-ayat Kami dan perjumpaan di hari akhirat maka gugurlah amalan-amalan mereka dan tidaklah mereka diberi balasan kecuali dgn apa yg telah mereka perbuat dan juga firman-Nya dan telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu jika kamu berbuat syirik niscaya gugurlah amalan-amalanmu dan tentulah kamu menjadi orang yg merugi.
2. Murtad. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : Barangsiapa yg murtad diantara kalian dari agamanya kemudian mati dakan keadaan kafir mereka itulah yg gugur amalan-amalannya di dunia dan akhirat dan mereka adl penghuni neraka serta kekal di dalamnya. {Al Baqarah : 217}.
3. Nifaq dan Riya’. Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam sesungguhnya dari yg saya takutkan terhadapmu adl syirik kecil yaitu riya” . Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman {dalam sebuah hadits qudsi} pada hari kiamat “Jika Allah memberi balasan kepada manusia dari amalan- amalan. Maka pergilah kalian kepada amalan yg kamu berbuat ria di dunia maka lihatlah apakah kalian mendapatkan padanya pahala {dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan al Baghawi dari hadits Mahmud bin Labid dgn sanad shahih menurut syarat muslim}.
4. Mengungkit-ngungkit pemberian. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Hai orang-orang yg beriman janganlah kalian gugurkan pahala shadaqah kalian dgn menyebut-nyebut dan menyakiti {hati penerima} . Dan dari Abu Umamah Radiyallahu ‘anhu berkata Nabi shalallahu ‘alahi wasallam bersabda: Tiga perkara yg Allah tidak akan terima penolakan dan penebusan yaitu orng yg durhaka kepada orang tua pengungkit-ngungkit pemberian dan orang yg mendustakan takdir.
5. Meninggalkan shalat Ashr. Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam : “Orang yg meluputkan dari shalat ashar maka seolah-olah dia kehilangan keluarga dan hartanya {yakni tinggal sendirian tanpa harta dan keluarga} dan juga sabda beliau Barangsiapa meninggalkan shalat ashr maka sungguh gugurlah amalannya.
6. Menyelisihi Rasul SAW. baik ucapan maupun amalan. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : Hai orang-orang yg beriman janganlah kalian angkat suara-suaramu diatas suara Nabi dan jangan kalian mengeraskan suara kepadanya layaknya seorang diantara kalian terhadap yg lainnya sehingga akan gugurlah amalan-amalan kalian dalam keadaan kalian tidak menyadari . Dan firman-Nya : Hai orang-orang beriman taatlah Allah dan Rasul-Nya dan jangan kalian gugurkan amalan- amalan kalian.

7. Berbuat bid’ah dalam agama. Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami ini sesuatu yg tidak ada petunjuk agama padanya maka itu tertolak dalam riwayat Muslim disebutkan Barangsiapa beramal dgn amalan yg bukan perintah kami maka itu tertolak.
-istidamatul ilmi (10)

Asal Usul Dajjal

SEJARAH AD-DAJJAL
Ada riwayat Muslim yang diterima dari Fatimah binti Qais mengatakan: “Saya telah mendengar muazzin Rasulullah s.a.w memanggil untuk solat. Saya pun pergi ke masjid dan solat bersama Rasulullah s.a.w. Selesai solat, Rasulullah s.a.w naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda tertawa dan berkata: “Jangan ada yang bergerak. Hendaklah semua duduk di atas sajadahnya.” Kemudian berkata: “Tahukah kamu mengapa aku memerintahkan kamu jangan ada yang pulang?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Demi Allah aku me-nyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan memberi khabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahawa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpai aku dan masuk Islam. Dia ada bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal. Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya.
Katanya dia bersama 30 orang kawannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas. Mereka tidak dapat menghalakan kapalnya ke pantai sehingga terpaksa berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari. Di pulau yang tidak ditempati orang itu mereka berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya

TERJEMAH INDONESIA KITAB TIJAN AD-DARORI

(تيجان الدراري)
Alhamdulillah, Sholawat wa Salam kepada Nabi. Berkat rahmat Allah SWT saya bisa menyelesaikan terjemah kitab Tijan Ad-darori (تيجان الدراري) karangan guru besar As-Syaikh Ibrahim Al-Bajuri, pada hari Selasa, 08/05/2012 pukul 12:44 PM di Pondok Pesantren Mafazah Ad-Dimyatiyah, Bandung Barat. Meski didalamnya banyak kekurangan dan sangat jauh dari kata sempurna, namun saya berharap apa yang saya lakukan ini berada dalam keberkahan Allah SWT dan bisa menjadi kemanfaatan bagi sektor-sektor kebaikan khususnya dikalangan santri pemula seperti saya dan umumnya bagi kaum muslimin muslimat. Amin.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
{بسم الله الرحمن الرحيم}
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله صلى الله عليه و سلم (وبعد)

About Lindsey Striling:)

Lindsey Stirling

Lindsey Stirling adalah seorang Violinist, Dancer, Komposer, dan Musisi Amerika. Dia terkenal akan karya pertunjukkannya yang menyajikan keahliannya bermain Violin sambil menari, baik dalam Video Musiknya maupun dalam Konser Violinnya. Lindsey Stirling juga mungkin adalah satu-satunya musisi di dunia yang mencampurkan nuansa Klasik Violin dengan Modern Dance, Electronica, Hip-Hop, dan bahkan Soundtrack Game.

Pada bulan September 2012, Lindsey telah merilis Album pertamanya, yang telah menuai sukses besar di iTunes, berisi 12 lagu orisinil gubahannya sendiri. Salah satu lagunya yang berjudul "Crystallize" bahkan pernah menjadi Track terfavorit di iTunes dalam kategori Electronica. Selain membuat lagu ciptaannya sendiri, Lindsey juga melakukan beberapa Cover lagu lainnya dengan aransemennya sendiri, seperti Soundtrack Zelda, Lord of The Ring, Skyrim, Phantom of The Opera, dan lain-lain.

Tentara Amerika Geleng-Gelang Menyaksikan Kehebatan Pasukan Katak TNI AL

Pasukan Komando Katak (Kopaska) sangat diapresiasi oleh tentara dari luar negeri seperti Amerika. Bahkan Letnan Komandan US Navy Greg Adams menganggap bahwa pasukan penyelam elit TNI Angkatan Laut melakukan aksi gila. Ia beranggapan bahwa penyelamatan korban AirAsia QZ8501 adalah penyelamatan yang mustahil dilakukan mengingat kondisi cuaca buruk dan ombak besar setinggi tiga hingga empat meter. Bahkan didasar laut pun pandangan nol meter karena lumpur yang datang dari berbagai sungai naik keatas karena arus pun kuat di dasar laut.
“Tadi saya sempat ngobrol sama Adam, katanya penyelam kamu gila disuruh menyelam dengan kondisi seperti itu (buruk),” kata Danlanal Banjarmasin Kolonel (P) Haris Bima di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Senin (5/1) seperti dilansir dari merdeka.com.
Bima mengungkapkan pasukan elit TNI AL sudah sangat terlatih dalam menyelam di bawah laut. Bahkan Kopaska, Denjaka, Taifibi TNI AL sudah dikenal oleh tentara angkatan laut dari berbagai negara karena kehebatannya.

Sejarah Singkat Twitter ;)

TWITTER adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jaringan sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut tweets. Tweets adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Tweets bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat tweets penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut.
Semua pengguna dapat mengirim dan menerima tweets melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.
Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini kadang-kadang digambarkan sebagai “SMS dari internet”.
v  Sejarah

2 Cerita

Dengan bekal uang 8 dirham. Rasulullah pergi ke pasar.Di tengah jalan beliau bertemu seorang perempuan tua menangis karena kehilangan uang 2 dirham."Terimalah uang 2 dirham ini sebagai gantinya" Kata nabi sambil meneruskan perjalanan.

Di pasar Nabi membeli gamis seharga 2 dirham dan langsung di kenakannya. Ketika pulang, Nabi bertemu seorang lelaki tua yang tak mengenakan pakaian untuk seluruh auratnya.

"Siapa yang memberi pakaian aku,semoga allah memberinya pakaian dari sutra hijau di surga nanti."

Mendengar itu,Rasulullah lalu mencopot gamisnya dan menyerahkan kepada orang itu.Sebagai gantinya, Rasulullah yang masih membawa uang 4 dirham itu kembali ke pasar untuk membeli gamis lagi seharga 2 dirham, ketika pulang ia berjumpa dengan perempuan yang sudah di beri uang 2 dirham tadi.

"Apa lagi yang membuatmu menagis" Kata Nabi

"Wahai Rasulullah aku ini pelayan yang di suruh belanja ke pasar. Padahal aku terlambat pulang gara-gara uangku hilang tadi. Aku takut pulang, jangan-jangan mereka memarahi ku",Katanya

"Pulang lah,aku akan mengantarmu,"Kata nabi maka di antarkanlah pulang ke tengah perkebunan Anshor.

"Pelayan Wanitamu terlambat datang. Ia takut,Kalau kau marah atau meyiksanya silakan kepadaku",Kata Nabi

Kamis, 02 April 2015

5. Universitas di Indonesia yang termasuk terbaik di dunia

5. Universitas di Indonesia yang termasuk terbaik di dunia :)
1.Universitas Indonesia, biasa disingkat sebagai UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terletak di bagian Utara dari Depok,Jawa Barat tepat di perbatasan antara Depok dengan wilayah Jakarta Selatan, dan kampus utama lainnya terdapat di daerah Salemba di Jakarta Pusat. Universitas Indonesia adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni. Secara umum dianggap sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi papan atas di Indonesia bersama denganUniversitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung. Posisi dunia: 310 dengan Skor: 40,9.
2. Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah sebuah perguruan tinggi yang berkedudukan di Kota Bandung. Nama ITB diresmikan pada tanggal 2 Maret1959[1]. Sejak tanggal 14 Oktober 2013 ITB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang memiliki otonomi pengelolaan dalam akademik dan non-akademik sebagaimana diatur Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 tentang STATUTA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG. ITB telah memiliki tujuh program studi yang terakreditasi secara internasional dariABET yang merupakan salah satu lembaga akreditasi independen Amerika Serikat, satu program studi yang terakreditasi secara internasional dariRoyal Society of Chemistry RSC yang merupakan lembaga akreditasi InggrisPosisi dunia: 461-470.
3. Universitas